:: telepon 0351 868386   [email protected]
Info Sekolah
Kamis, 03 Apr 2025
  • ” Terwujudnya Lembaga Pendidikan Kejuruan yang bertaqwa kepada Tuhan YME, santun dalam bersikap, unggul dalam prestasi, terampil dalam berkarya, serta berbudaya lingkungan “

Bupati Sleman Beri Dukungan Pembatik dan Pengrajin Lurik Sleman untuk Kembangkan Kreativitas

Diterbitkan : Selasa, 1 April 2025

Bupati Sleman, Harda Kiswaya menyatakan terbuka akan kreatifitas pembatik dan pengrajin lurik dalam menciptakan motif. Ia mendukung pengrajin Sleman untuk berkreasi dan menyalurkan ide-ide untuk memproduksi batik di Kabupaten Sleman. Hal ini disampaikan Harda Kiswaya dalam momen silaturahmi bersama pengrajin batik dan lurik di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (20/3/2025).

Bupati Harda juga membebaskan bagi ASN dan karyawan di lingkup Pemkab Sleman untuk menggunakan batik motif apapun, dengan catatan merupakan hasil pengrajin Sleman. Hal ini dilakukan Harda sebagai bentuk dukungan agar pengrajin batik dan lurik asal Sleman dapat semakin berkembang dan upaya ini dapat meningkatkan kesejahteraan pengrajin lokal.

“Sing penting hasil produk piyantun Sleman (yang penting hasil produk orang Sleman). Silakan digunakan. Bapak ibu pengrajin silakan berkreasi. Untuk motifnya bebas,” jelas Bupati Harda.

Dilanjutkan Bupati, sebagai tindak lanjut ia juga terbuka terhadap masukkan dari para pengrajin batik dan lurik. Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmennya bersama Wakil Bupati Sleman untuk mengembangkan batik dan lurik Sleman agar semakin dikenal luas. Harda mengatakan Pemkab Sleman siap memberikan bimbingan melalui OPD terkait.

“Komitmen saya dan mas Danang ingin mengajak bapak ibu pengrajin batik dan lurik, ayo kita kembangkan dari bumi Sleman ini, membawa batik dan lurik menuju pasar nasional dan internasional,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman Mae Rusmi menjelaskan, hingga saat ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman membina 268 pengrajin batik, yang terdiri dari pembatik berkelompok dan pembatik mandiri.

“Disamping itu kami juga membina perajin tenun/lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang berjumlah sekitar 384 pengrajin tenun yang terdiri dari pengrajin lurik sebanyak 13 orang dan pengrajin tenun stagen sebanyak 371 orang yang sebagian besar berada di wilayah Sleman Barat,” jelas DEWA777.

Mae Rusmi berharap silaturahmi ini dapat menjadi wadah bagi pembatik dan pengrajin lurik untuk menyampaikan permasalahan dan harapan mereka dalam upaya meningkatkan daya saing pemasaran. Dengan begitu, diharapkan Pemkab Sleman dapat mendukung pembatik dan pengrajin lurik Sleman dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Pengumuman Lain

Diterbitkan : 7 Feb 2021

Terima Audiensi DKST

Diterbitkan : 12 Apr 2022

Ausbildung